Senin, 27 April 2020

Aliran Rasa

Syukur Alhamdulilah akhirnya mendapat kompas peradaban, ternyata tidak mudah bagi saya untuk mendapatkannya. Hampir ingin kembali ke pelabuhan, tak ingin ikut berlayar karena tugas yang diberikan beberapa kali terhalang oleh rutinitas. 

Berat sekali rasanya menukarkan jam istirahat saya dengan mengerjakan tugas. Dua balita, dan pekerjaan rumah yang tak kunjung usai, cukup menjadi alasan saya tidak begitu maksimal dengan tugas perkuliahan.  

Tapi dukungan teman-teman di grup WA seperti pecut penggerak, hal itu membuat saya ingin berlayar bersama mereka, perempuan-perempuan hebat. 

Paksakan, satu kata yang saya gunakan untuk menyelesaikan misi-misi terdahulu. Jika tidak begitu mungkin saya sudah abai terhadap perkuliahan. 

Tak tahu apa yang akan terjadi di depan, tapi sepertinya saya tidak ingin berbalik arah, terus maju berlayar menemukan pulau impian. 

Paksakan diri hingga akhirnya terbiasa dan melakukannya tanpa beban. 

Terus Berlayar!!

Jumat, 24 April 2020

Membumikan COC

Inilah aksi nyata yang bisa aku lakukan untuk membumikan COC:

Aksi 1
Menjauhi atau tidak melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan di komunitas seperti: kritik pemerintah, fitnah dan ghibah, kepentingan pribadi dll sesuai dipedoman komunitas.

Aksi 2
Mengingatkan anggota IIP yang menyimpang dari pedoman.

Aksi 3
Melakukan perkuliahan dengan baik.

Aksi diatas benar karena sesuai dengan COC point Taat prosedur

Aksi di atas baik karena melatih diri untuk tidak keluar dari koridor yang sudah disepakati.

Aksi di atas bermanfaat karena menjadikan diri jauh bermartabat. 

#Navigasidanberaksi

Minggu, 12 April 2020

Mini project

+Judul : Pelatihan berkisah (dalam rangka menyambut maulid nabi)

+Deskrpsi project: 
-acara diisi oleh ahli atau yang sudah berpengalaman di dunia berkisah
-dibuka dengan berkisah 
- mengupas cara berkisah yang baik dan menjelaskan perbedaan berkisah dan mendongeng
-praktek berkisah

+Kebutuhan/susunan tim : 
-pembicara yang berpengalaman
-Tim: ketua, bendahara, humas

+Sasaran: ibu-ibu berserta anak-anaknya di komunitas regional Jakarta minimal 20 org

+Waktu : 11 oktober 2020

+Tempat : Ragunan,taman dekat pusat informasi

+Estimasi dana : pembicara 500k (hasil dari HTM 20k) konsumsi dan tiket masuk bayar pribadi

+Parameter keberhasilan: mampu mempraktekan berkisah yang baik. 

Rabu, 08 April 2020

Tugas Matrikulasi (menemukan kerang)

1. Aku tahu IIP adalah tempat yang benar. Karena,
Berdasar kepada nilai-nilai Ilahiah, mengajak berkiprah tanpa melepaskan fitrah sebagai manusia terkhusus sebagai perempuan. 

2. Aku tahu IIP adalah tempat yang baik. Karena, tersistematis, jelas, dan terarah. Selain itu para pengelola pun membimbing dengan baik. Dengan sistem dan SDM yang ada saat ini saya yakin IIP adalah tempat yang baik. 

3. Aku tahu IIP adalah tempat yang bermanfaat. Karena, mengajak anggotanya untuk mengupgrade diri dengan keilmuan bermacam-macam agar kualitas diri semakin baik, dan dapat menyebarkan dampaknya kepada orang lain. 

4. Ragam kegiatan di IIP yang akan aku ikuti yaitu: event-event yang diselenggarakan komunitas selama memungkinkan.



#navigasidanberaksi
#martikulasibatch8
#institusibuprofesional
#belajardarirumah

Jumat, 03 April 2020

Telaga

Hanya ingin meminum air dari telaga itu

Jernih

Tak ada penyesalaan setelah meminumnya

Tak masalah banyak campuran asal menghasilkan kenikmatan

Ini hanya kehati-hatian

Bukankah kita tak mau minum air keruh?!

Hati-hati banyak yang sudah tercemar limbah

Bahaya untuk tubuh

Asal yang jernih itu yang ku mau

#buku

Selasa, 10 Juli 2018

Ultah suami

Walau cerita ini udah kadaluarsa,  udah lewat tanggalnya tapi tetep aja pengen berbagi... 😁

Tanggal 5 kemarin suami saya mengulang tanggal lahir, jauh-jauh hari saya udah sibuk nyari kado di internet...  Catet... "nyari" tho yang artinya cuman searching, ngeliatin dan ngebayangin bisa beliin barang itu buat suami, beli kagak 😅.

Kasih kejutan dengan bawain boltah plus kado, doa dan makan bareng, terus upload di sosmed dengan caption super romantis dibumbui doa dan harapan itu semua adalah  kegiatan mengulang tanggal lahir jaman now.  Kalau ngga kaya gto ya ngga now.

Istri mana sih yang ga kepengen ngasih kejutan juga buat suami tercinta di hari lahirnya biar kaya orang-orang, walau si istri terkejut duluan lihat isi dompet 😂

Akhirnya ga ada acara kaya orang-orang diatas🙃

Tanggal 3, dua hari sebelum hari H saya tetapkan waktu untuk membeli kado buat suami,  tentunya setelah menimbang dan memutuskan kado apa yang akan saya beli.

Saya izin keluar sekaligus minta antar,  karena ga ada yang ngatar kecuali suami waktu itu.

"Anter kemana? " tanya suami

"Beli kado buat yang tanggal 5 ulang tahun", jawab saya jujur dan santai.

"Saya aja lupa" kata suami sambil mesem-mesem,  mungkin dalam hatinya senang istrinya masih ingat dan berniat membelikan kado.

"Emang mau beli kado apa?" penasaran

"Palu sama seperangkat obeng! "

"Serius? "

"Iya,  sudah dipikirkan matang-matang kok"

Setelah suami tertawa,  kami sepakat sore pergi, tapi karena terlalu banyak halangan,  akhirnya bisa di beli pas tanggal 5 sorenya,  itu juga hasil maksa-maksa sama suami, kekeh hari itu kudu beli kado dan tentu sebelum berangkat saya jelaskan keadaan isi dompet, takut-takut nanti disana harga tidak sesuai isi dompet jadi suami sudah siap nambahin.

Bener aja ternyata duit saya kurang,  akhirnya suami yang bayar, alhamdulillah sesuai ekspektasi,  karena harapannya memang suami yang bayarin😅

Biar ga hilang moment ultahnya saya berniat palu sama obeng itu tetep dibungkus kado, tak apalah nanti suami pura-pura terkejut pas dapet kadonya juga, yang penting ngasih kado.  😅

tapi karena si kecil udah tidur takut mengganggu, akhirnya palu sama obeng saya lilit pita saja lebih praktis,  karena tidak ada tempat lain saya lilitin pita di kamar,  awalnya suami ga liat karena sibuk main hp, pas suami liat apa yang saya lakukan dia langsung ngakak, badanya sampai menggetarkan ranjang kayu. 

Mungkin terlihat konyol dimatanya,  tapi dengan sepenuh jiwa raga walau menahan malu, saya memberanikan diri menyerahkan kado yang dibeli bareng dia, dengan uang dia,  dililit pita depan dia itu, dengan harapan dia merasakan, bahwa istrinya masih ingat dan masih mau memikirkan tentang dia, tentang usianya, tentang masa depannya. 😊

Semoga pemberian palu dan obeng malam itu menjadi pengingat bahwa dia sudah menjadi bapak rumah tangga walau muka masih terlihat anak SMA😉