Sabtu, 19 Desember 2015

Lepas

Bang Tere Liye, ternyata "melepaskan" itu tak mudah seperti apa kata-kata abang. Sungguh tak mudah.. Tapi apa mau dikata, kalau ga sekarang, kapan lagi untuk belajar melepaskan..??! Sebelum semua menjadi kuat, sebelum perjalanan perasaan ini semakin jauh, maka harus dilepaskan.
Memang betul bang, kalau dia jodoh ga bakal kemana, jika jodoh selalu ada cara Allah persatukan, walau kita terbentang jarak.
Semoga diapun bisa menerima, dan bisa terfokus dengan apa yang harus ia fokuskan, menyelesaikan apa yang harus ia selesaikan, dan mengerjakan apa yang harus ia kerjakan. Begitupun dengan diriku disini..
Karena aku ingin bersamanya jauh dari sekedar komunikasi, jauh dari hubungan yang tak pasti ini.. Jika kita ingin menuju surganya bersama, maka dengan cara Allah sukalah kita bisa memasukinya bersama..
Bang, kata-kata simplemu sepertinya betul, jika dia terpincut dengan gadis lain maka dia bukan jodohku, begitupun aku, jika aku terpincut laki-laki lain maka aku bukan jodohnya..
Aaaah urusan ini sebenarnya simple seperti katamu bang, kita saja yang membuatnya ribet..
Lepaskan.. Lepaskan.. Lepaskan..

Minggu, 13 Desember 2015

Wahai engkau

Untukmu yang selalu kurindu dalam lantunan mushaf kesayanganku

Wahai engkau yang memeluk resah dalam noktah, tenanglah, disini aku baik-baik saja. Dimanapun selalu Allah jaga.

Dan kau disana:

Tetaplah ingat ragamu akan segenap dahaga, juga memejam mata, wahai engkau yang mencumbu khawatir dalam zikir, istiqomahlah!! Disini aku setia dalam doa, selalu Allah simpan dalam cinta.

Dan kau disana:

Tetaplah jaga hak jiwamu akan malam yang sepertiga, jua lantunan ayat cintaNya, wahai engkau yang berkutat pada kertas, buku dan diktat, fokuslah!! Disini aku meramu mimpi kita, yang perlahan Allah tunjuki jalannya

Dan kau disana:

Tetaplah pelihara hatimu dari segala noda, tak melupa Sang Maha Cinta, wahai engkau yang menggalau rindu, tersenyumlah karena Allah Maha Tahu, bahwa hatiku tetap untukmu.

"Wahai engkau" karya: foezi Citra Cuaca Elmart

Sabtu, 12 Desember 2015

Sifat sombong

10 ciri-ciri sifat sombong
1. Mudah marah dan mudah tersinggung
2. Susah minta maaf dan susah memaafkan
3. Ingin di puji
4. Senang menyebut kebaikan diri, berat menyebut kebaikan orang lain
5. Senang dilayani dan tidak mau melayani
6. Orang yang merasa paling bener
7. Sering ghibah
8. Susah menerima nasihat
9. Tidak rela orang lain lebih sukses
10. Berlaku kasar

Obatnya: dzkir, sering membaca Al-quran

#MQFM#tehnining

Minggu, 06 Desember 2015

Resep enak 2

BROWNIS PISANG..

bahan:
* pisang 3-4 buah.. haluskan pke garpu (bsa dgn pisang jantan..ambon..dll..disesuaikan sja ukuran nya)
* 2 butir telur.. kocok lepas
* 100 gr tpung terigu (sy pke sgitiga biru)
* 20 gr coklat bubuk
* 1/2 sdt garam
* 150 gr dark coklat /coklat blok
* 150 gr gula pasir
* 3 sdm mentega
* 1/2 sdt vanili

cara:
1. masukan terigu,coklat bubuk dan garam ke dalam wadah..aduk rata..

2. lelehkan coklat dgn cara di-tim (letakkan mngkuk yg berisi coklat blok di atas panci berisi air mendidih)..jika sudah meleleh..angkat.

3. aduk coklat,lalu tambahkan gula pasir,mentega & vanili..aduk hingga smua trcampur dan agak larut..

4. masukan pisang yg sudah dihaluskan ke dlam adonan coklat leleh,aduk rata.
jika coklat sudah tidak panas lagi,,masukan telur,aduk hingga rata dan halus..

5. lalu masukan adonan tepung sdkit demi sdkit sambil di aduk hingga rata..

6. tuang ke dalam loyang yg sdah di olesi mentega..

7. masukan ke dalam dandang yg air nya sudah mendidih.tutup prmukaan nya dgn kain agar uap tdak jatuh ke adonan.lalu tutup rapat dgn pnutup dandang.kukus selama 30-45 menit. tusuk brownies utk memastikan mematangan nya. jika sudah matang..angkat.

BROWNIES KUKUS

Resep:
- 2 btr telur
- 6 Sdm gula psr
- 6 Sdm terigu
- 6 Sdm coklat bubuk
- 6 Sdm SKM coklat (seduh dgn 6 Sdm air hangat)
- 6 sdm minyak sayur

Carbut:
-kocok telur n gula sampai benar campur rata
-masukkan sedikit2 terigu,coklat bubuk, SKM,aduk rata
-masukkan minyak sayur,aduk rata
-tuang dlm loyang kecil  yg diolesi margarin.
Kukus 25 mnt api kecil

Jumat, 04 Desember 2015

I am so sorry

If my time would end today
Jika ajalku kan tiba hari ini
Would I be ready to go?
Akankah ku siap pergi?
And leave all the things I've worked so hard for
Tinggalkan semua hasil jerih payahku
And all my friends and everyone I've known?
Serta teman-temanku dan semua orang yang kukenal?
PRE-CHORUS
Never did I ever stop for a moment to think
Tak pernah sejenakpun kupikirkan
Of what's staring at me
Apa yang sedang menatapku
I've been breaking all the mirrors of reality
Kupecahkan semua cermin kenyataan
CHORUS
I'm so sorry, if only I had just one last chance
Maafkanlah aku, andai kupunya satu kesempatan terakhir
I'm so sorry, but now it's too late to change the past, oh
Maafkanlah aku, tapi kini terlambat sudah tuk mengubah masa lalu
I lived my life in the fast lane, I only lived for today
Kujalani hidup penuh kesibukan, hidupku hanya untuk hari ini
And never, never really thought about anyone else
Dan tak pernah benar-benar kupikirkan orang lain
It was all about me, myself and I
Semua hanya tentangku
PRE-CHORUS
CHORUS
And now, now that it's over
Dan kini, setelah semuanya usai sudah
I wonder if anyone will remember me
Aku bertanya-tanya apakah kan ada yang mengenangku
If I had the chance to turn back the hands of time
Andai kupunya kesempatan tuk memutar kembali jarum waktu
There are so many things that I would change
Begitu banyak hal yang akan kuubah
I'd live my life, every single breath... for You
Kan kujalani hidupku, setiap hembusan nafasku... untuk-Mu

Kamis, 03 Desember 2015

AVR

"NAMA, Anggi Vita Rachmadani, JABATAN, komanda pleton, beserta..."

suara itu memecah konsentrasiku yang sedang menghafal, sebenarnya banya suara yang sedari tadi bersautan di lapangan upacara, penyebutan nama dan jabatan bergema berulang-ulang. Malam gladi persiapan Apel tahunan, upacara khusus untuk penyambutan murid baru, beberapa kakak kelas terpilih dan staf guru, harus menyisihkan malam mereka untuk berlatih. Tapi entah suara nyaring yang baru ku dengar tadi, sengaja atau tidak, merasuk dalam alam bahwa sadarku.
Bagaimana tidak, disela-sela hafalanku aku mengulang perkataan itu, tak bosan aku mengulangnya, hingga teman sekamar dan kelas tahu semua, entah seperti apa wajah pemilik nama dan suara itu, yang pasti dia adalah kakak tingkatku di pondok yang baru ku tempati beberapa minggu lalu.

" tuch Rin ukhti Angginya.."

ukhti Dewi salah satu pembimbing kamar menyadarkanku ada sosok yang baru saja keluar dari kamar sebelah. Sore di depan kamar, mengobrol ringan dengan pembimbing kamar sudah menjadi rutinitas anak baru, aku memperhatikannya seksama, dia mendekat, mengangkat kepala sedikit ke arah ukhti Dewi,
"napa?? Manggil dew??" mungkin begitu, arti dari isyarat kepalanya, suara pembimbingku saat menyebut namanya mungkin terdengar olehnya, aku tak tahu pasti.

"Nih gie, si Arina, yang suka sebut-sebut namamu"

jelas sekali ukhti Dewi menunjuk tangannya ke arahku, padahal hanya aku yang ada di sampingnya, aku menunduk, menggerutu dalam hati, kenapa dikasih tau sih kalau aku sering mengulang perkataannya, mau ditaro dimana ni muka?? Kalau dia ga terima gimana?? Kalau dia marah gimana? Lagian siapa sih yang mau terima kalau perkataannya di ulang-ulang, mengikuti suara pemiliknya, yang tepatnya seperti suara meledek??
Diluar dugaan dia hanya mengangguk dan ber-oh saja, ditariknya ukhti Dewi, membiarkan aku sendiri, mungkin ada pembicaraan penting diantara mereka, ga peduli, yang penting dia tidak marah, bersyukur dia tidak menggubris perkataan ukhti Dewi barusan.

Suara drum band terdengar di barisan depan, semua berjajar rapih, memanjang mengikuti barisan, kami akan bersiap-siap untuk pawai taaruf, berkeliling kampung, menyapa sekaligus menghibur warga dengan drum band, ini sudah biasa di lakukan setiap tahun selepas Apel Tahunan. Setiap pleton di dampingi satu komandan, untuk berjaga-jaga jika ada yang kelelahan di perjalanan, sedari tadi orang itu berdiri disampingku, membuatku kikuk saja, ya tentu, siapa lagi? Ukhti Anggi, dengan pakaian serba hijau, seragam OPPMnya, ditambah sarung tangan putih, mengindetifikasikan bahwa dia adalah komandan pleton, bibir dan matanya tak lepas untuk memantau anggota pletonnya agar tetap dalam barisan yang rapih.
Pawai baru saja dimulai, tapi riuh kecil di tengah-tengah pleton terdengar, suara ketawa, dan cengengesan saling bersaut. Bagaimana tidak?? Sengaja sekali Ukhti satu ini berjalan tak jauh dariku, anggota pleton semua adalah murid baru, mereka tahu percis apa yang sudah ku lakukan akhir-akhir ini, mengulang-ulang perkataan di atas dengan nada khas pemilik suara itu, meledek?? Tidak, tidak ada maksud untuk meledek, sudah kukatakan suara itu terekam di dalam bawah sadarku, sering tanpa sengaja aku mengulangnya, menikmati setiap kata dan nadanya, ini nada pertama yang aku dengar dalam perupacaraan, nadanya unik, membuat penggalan katanya menjadi memiliki khas. Ketika aku menjadi pemimpin upacara saat SD, aku diajarkan untuk bersuara tegas, tidak bernada, dan sekarang aku mendengar salah satu komandan pleton yang memenggal potongan katanya dengan nada itu.
Mati gaya?? Tidak, bukan diriku jika ada yang meng ciee ciee lalu aku tak berkutik, sebisa mungkin aku memasang wajah biasa saja, sesantai mungkin padahal dalam hati entah kacau seperti apa.

"Ciee.. Ukhti Arina.. Idolanya ada di sampingnya.." lihat, tidak enak sekali perkataannya, bagaimana bisa mereka menganggap bahwa dengan seringnya aku mengulang perkataan itu berarti aku mengidolakannya??

" ukhti Anggi, tuch si Arina pagi, siang, malam, nyebut-nyebut nama ukhti mulu, mau di kamar atau di kelas, ciee.."  nah orang yang berkata satu ini emang minta di timpuk, anggota pleton yang berkoor -ciee-ini emang minta ditimpuk semua. Tak bisa dibiarkan aku menjadi olok-olok mereka, ditambah ukhti Anggi sengaja membiarkan curhatan mereka tentang kelakuanku, ekspresinya seperti mengisyaratkan "ayoo.. Ada lagi? kasih tau ukhti kelakuan si Arina ini" , yang otomatis membuat temanku dan anak-anak lain menambahkan sisi lebay cerita tentangku.

"NAMA, ANGGI VITA RACHMADANI, JABATAN KOMANDAN PLETON"

Aku berteriak tak tahu malu, seakan-akan aku memang komandan pleton yang harus melapor pada pemimpin upacara, di tambah nada khas yang sering digunakan tak lupa ku ikut sertakan. Tak bisa ku biarkan mereka terus meledekku, sudah kepalang malu, aku beranikan diri untuk berteriak dan meniru suarannya, sudah tak peduli orang disampingku yang aku tirui akan marah atau tidak, atau kepalaku jadi korban jitakannya. Sempat matanya melotot tak percaya, membuat aku refleks memamerkan barisan gigi untuk menunjukan bahwa aku tidak takut dengan tatapannya. Dia terbahak, "dasar!!" sambil meninju pundakku. Aku tak percaya, dia menerimanya biasa saja, malah tawanya mengartikan bahwa tak ada masalah dengan yang ku lakukan.
Kaki kita terus melangkah menyusuri kampung, ternyata tawa tadi seperti mendekatkan kita satu sama lain, beberapa joke kita lakukan dalam perjalanan, kita seperti tak peduli dengan yang lain dan kita sama-sama menikmati itu. Itulah awal kedekatan kita, kedekatan yang nantinya melahirkan banyak hikmah.

(Diketik sebagai kado 4 desember, semoga tambah berkah mba gie 😊)

Resep enak 1

PUDING MARIE MENTEGA

Adonan 1 (bening +biskuit)
Bahan;
Biskuit Marie
1 bungkus agar2 plain
Gula pasir 120 gram
Air 700ml

Caranya:
-tata biskuit diloyang
-masak agar2,gula pasir smpai mendidih,dinginkan sebentar,setelah hanget di tuang pelan2 pake sendok sayur sampe agar2 habis

Adonan 2
Bahan
1 bks agar2 warna putih bening
Gula pasir 120 gram
Margarin 80 gram
Terigu 100 gram
Telur 1 butir
Susu kental manis 1 saset
air 700ml

Cara buat adonan 2 :

Margarin di mixer hingga lembut, kemudian masukan telur, susu kental sambil trus di mixer. Masukan terigu aduk rata (sisihkan)

Agar2,gula, air dimasak hingga mendidih secara bersamaan. Matikan apinya

Kemudian masukan agar2 keadonan yg disisihkan tadi sedikit demi sedikit, aduk hingga rata Dan halus.

Nyalakan api kecil masak kembali sampai adonan meletup letup.

Selanjutnya masukan dlm loyang biarkan dingin dan kokoh.

Adonan 3 (warna coklat)

Bahan :
Agar2 1 bungkus
Gula pasir 120 gram
Susu coklat 1 saset
Coklat masak batangan 30 gram
Air 700ml

Cara buat:
Masukan semua bahan tersebut aduk2 hingga mendidih .

Kemudian tuang keloyang hingga dingin.

RESEP SEBLAK KERUPUK

- kerupuk
- mie telor
- telor

Bumbu :
* 3 biji kemiri
* 3 siung bwg putih
* 8 siung bwg merah
* 1/2 jari kencur
* garam seujung sdt
* cabe rawit

CARBUT bumbu :
semua bumbu di blender
Jika sudah halus smua bahan digoreng , lalu stiap x mau bkin tinggal ambil 3sndok makan untuk ukuran 1 mangkuk.. sisanya taro dikulkas jika msh tersisa bumbunya ..

CARBUT SEBLAK :
Goreng telor diacak lalu masukan air secukupnya.. Masukan bumbu halus yg sudah digoreng 3 sendok makan , aduk rata masukan kerupuk + mie nya biasanya dicampur sayuran / sosis / suwir ayam / ceker tergantung selera,klo suka gurih bgt boleh dikasih masako secukupnya..setelah mateng tinggal angkat..