Kamis, 13 Agustus 2015

oi oi



Rindu
Lima huruf yang ku telan setiap hari saat ini
Kedatangannya seperti meminum pil pahit
Tertancap enggan pergi
Pura-pura
kata ajaib
Membungkus dengan sempurna
Tak satu pun menduga
Dan Sabar
satu kata penguat
menopang semua rasa agar terus bersahabat

untukmu



Bersyukur mengenalmu
Kau warnai hati yang kosong ini
Allah ingin aku mampu, Kuat tak lemah lagi
Keputusan itu yang bisa kita lakukan untuk saling menjaga
Agar ketika takdir datang kita lapang dada
Tak ada kata kau untukku aku untukmu
Yang ada hanya kita milikNya
Biar tanganNya yang menggerakan
Tanpa kita tahu apa yang terjadi di masa depan
Karena kita telah dewasa
Dan memahami semua rasa
by: hati baru

karena



Mengapa catatan calon umma??
Karena anak akan menjadi motivasi kesholehan diri, Karena anak akan menjadi kekuatan bagi seorang perempuan, Ketika cinta yang lain sudah berubah , Amanah anaklah yang terus mengikat.
Cerita yang sebenarnya bagi perempuan dimulai dengan kelahiran mereka, Ilmu yang dicari, Kesabaran yang dilatih, Kecerdasan yang diolah, Ketelitian yang dipertajam, Semua akan dilihat saat waktu itu datang.
Untuk menunggu itu semua, lahirlah ini, menjadi pagar saat hati liar.

Sabtu, 01 Agustus 2015

hmmm

sudah beberapa hari ini, setelah sarapan nyempatin nongkrong sama ibu-ibu dapur. ga ada kerjaan memang, cuman bantu-bantu ngupas bawang. tapi ada yang unik jika ngumpul sama mereka. dirumah sangat jarang ngobrol sama ibu-ibu, walau bisa ditebak obrolannya sebatas dapur dan tetangga. tapi itu membuat aku tersadar, jika nanti aku ada dimasa seperti mereka, apakah akan sama obrolannya??
75% gibah tetangga.. 25% keluhan hidup
astagfirullah.. bagaimana ini??  wanita tidak bisa dijauhkan dari berbicara, mereka sangat senang jika ada teman bicara. tapi jika begini apa ada manfaatnya??
konsep.. masa depan.. pendidikan.. umat.. apakah nanti masih ada dalam obrolanku ketika sudah menjadi ibu-ibu?? hmmm
sepertinya lingkaran pertemanan akan mempengaruhi nanti. semoga selalu didekatkan dan disatukan dengan mereka yang saling menasehati untuk kebaikan.

Jumat, 31 Juli 2015

my dreams 1

Membaca e-book dari Budi Waluyo membuat jantungku berdetak tak karuan, pikiranku terus melayang, membayangkan negara mana yang akan ku tuju. Beasiswa kuliah diluar negeri adalah salah satu cara, bagaimana kakiku menginjak bagian tanah lain di bumiNya ini.
Luar negeri..
Siapa yang tidak ingin pergi kebelahan dunia lain?? baik melanjutkan kuliah, pekerjaan atau sebatas jalan-jalan. Pasti akan banyak pengalaman berharga yang didapat. jika boleh memilih pasti pilihan ketiga adalah jawabannya, jalan-jalan ke negara yang di suka, tinggal disana beberapa hari, menghirup atmosfirnya, memanjakan mata dengan pemandangan indah dan belanja oleh-oleh untuk kerabat. Kalau seperti itu, sepertinya aku harus menikah dengan laki-laki kaya raya, yang hobinya jalan-jalan, menghabiskan puluhan atau ratusan juta hanya untuk menghabiskan waktu dengan keluarga yang dicintainya. Wanita normal mana yang tak mau??? Hahaha..
Gambaran diatas tak bisa dibiarkan, menenggelamkan diri untuk terus mengkhayalkannya, membuat diri tidak waras nanti. hoho..
Jika dipandang aku harus meneruskan kuliah di luar, aku belum tahu harus kemana. Berbeda dengan dua orang temanku yang sama punya keinginan untuk melanjutkan kuliah di luar. Melly dengan negara Irannya, memperdalam filsafat yang digelutinya disana. Martono dengan Turkinya, walau aku tak ingat mengapa dia memilih Turki. Tapi setidaknya mereka punya tujuan pasti,  negara mana yang akan di fokuskan untuk kuliah selepas s1, lah aku?? Menyelesaikan s1 pun masih menimbang bagaimana dan seperti apa.
Lucu  membayangkan dulu punya mimpi menjadi ahli fiqih wanita termuda di indonesia, aku tak tahu dari mana semangat mimpi itu, tapi jika membayangkannya sekarang, sudah tak sanggup. Harus Hafal al-quran, faham dan hafal ribuan hadits untuk menjadi seorang ahli fiqih. Walau keinginan itu masih ada karena di Indonesia masih sangat sedikit wanita yang menjadi ahli fiqih. Mungkin dulu berpikir karena Jika ada permasalahan yang senitif para wanita harus menahan malu bertanya pada ulama yang hampir semuanya lelaki. Dan akhirnya mimpi itu menggantung tak tau harus seperti apa, padahal jika iya, sudah pasti nengara timur tengah lah tujuanku, Sudan atau Mesir bisa menjadi pilihan.
Luar negeri..
Hanya ada sebuah keyakinan dalam hati sekarang, aku akan pergi dari negeriku ke suatu negara atau beberapa negara. Untuk apa?? Aku tak tahu.. apakah pendidikan, pekerjaan, atau jalan-jalan. Tapi ada satu negara yang akan ku persiapkan segalanya dengan matang, tinggal menunggu panggilanNya.
 Arab Saudi.. ke Mekah.. tepatnya Baitullah.. untuk Ibadah J
Mempersiapkan untuk pendidikan pun tak ada rugi, setidaknya memfokuskan bidang yang akan diambil harus dipikirkan dari sekarang, serta memperdalam bahasa juga kudu dipersiapkan.
 “My dreams come true....”  sebuah kata yang akan ku ucapkan nanti, Insya Allah..

Berdoa, usaha, dan yakini..

Kamis, 30 Juli 2015

#semoga

-          Apa benar ada cinta dalam doa?? Selain doa ibu untuk anaknya.. selain doa anak untuk ibunya.. apa benar ada cinta dalam doa?? Selain doa ayah untuk anaknya.. selain doa anak untuk ayahnya.. apa benar ada cinta dalam doa?? selain doa saudara untuk saudaranya..
selain doa nabi untuk umatnya.. #terdiam
Benarkah masih ada cinta yang lain dalam doa?? #berpikir
Sepertinya masih banyak..

lalu.. apakah doaku untukmu dan doamu untukku, jenis cinta dalam doa??#semoga

kau Idolaku

Ini tidak dapat dikatakan sebagai resume sih, cuman berbagi sedikit ilmu apa yang sudah saya baca dari buku “Muhammad Mengapa Begitu Agung?” Karya DR. Shalih Ibrahim saja. Dan Sebelum memulai lebih indah jika kita membuka dengan namaNya..
Bissmilahirahmanirrahiim...
Sosok Muhammad yang saya kenal dari kecil, beliau adalah seorang Rasul utusan Allah, menjadi rahmat untuk seluruh alam, memiliki mukjizat yang begitu luar biasa dan Kebanggan saya padanya terletak pada akhlak agungnya. Siapa yang tak mengenal akhlak beliau? saya terpukau sejak pertama mengenal akhlaknya dari buku-buku shiroh. Aaah pasti sudah tau bagaimana kejujuran beliau sejak kecil sehingga diberi julukan Al-amin oleh orang Quraisy kan? Kesabaran tiada batas saat dihujat oleh kafir Quraisy?? penyayang kesemua orang dan akhlak terpuji lainnya yang sangat keren jika dibayangkan.. benar-benar kereeen..!!!
Hmm.. dulu saya hanya mengagumi akhlak terpujinya saja, karena saya pikir apa yang terjadi dengannya semua kehendak Allah, dengan memberikannya mukjizat, sehingga menjadikannya menjadi sosok pemimpin. kehendak Allah? Itu Pasti.. tapi apa kemenangan yang beliau raih hasil menunggu keputusan Allah tanpa ada rencana??
Tak pernah saya berpikir ternyata keagungannya tidak sebatas akhlak mahmudah yang diakui kawan atau lawan saja, lebih dari itu. Disinilah DR. Shalih Ibrahim membuka lebih lebar pemikiran saya, siapa sosok Rasululloh sebenarnya. Dia mengupas sosoknya dari kecerdasan beliau dalam perencanaan menuju islam yang gemilang, banyak hal yang terlewatkan dibeberapa kejadian penting. Dia membagi pembahasannya menjadi tiga bagian, bab pertama “Perencana Terjitu” menerangkan bagaimana Hijarah Rasululloh, dan mengupas dengan cara yang berbeda dengan buku-buku shiroh yang pernah saya baca tentunya. Bab kedua “Guru terhebat” menjelaskan bagaimana beliau mendidik para sahabatnya dengan metode paling mutahir, dan bab ketiga “Negosiator Terulung” menceritakan dibalik perundingan Hudaibiyah. Sungguh tercerahkan!!
Perencana Terjitu
pasti jika berbicara hijrah, dalam benak kita terbayang bagaimana perjalan beliau ke madinah, seperti bersembunyi di gua tsur bersama Abu Bakar, menyuruh Ali menggantikannya di tempat tidur, dikejar dan dipegoki Suraqah bin Jabal dan lain sebagaimana seperti yang sering kita baca di buku shiroh. Lalu apa perbedaan yang dijelaskan oleh DR. Shalih Ibrahim??
Rencana!! Ya rencana dibalik itu semua, jika Allah berkehendak bisa saja hijrahnya Rasululloh dengan sekejap mata menggunakan buraq tanpa ada kendala. Rasululloh sudah sadar bahwa dirinya akan diusir oleh kaumnya, informasi ini beliau dapatkan dari Waraqoh bin naufal, paman khadijah yang menjelaskan bahwa yang terjadi dengannya di gua hiro adalah Jibril sang pembawa wahyu menyampaikan risalah pertamanya. Dan darinya lah beliau mengetahui bahwa dirinya akan diusir oleh kaumnya sendiri, seperti yang terjadi dengan nabi-nabi sebelumnya. Dikuatkan dengan beberapa ayat Al-quran yang mengatakan tentang pengusiran utusan-utusan Allah oleh kaumnya yang datang sebelum beliau.
Jadi, apakah hijrah adalah peristiwa kebetulan??
Dari awal Rasululloh sudah merencanakan, kemana dia akan berhijrah? Dimana dia akan membangun kekuatan umat yang terhimpun dalam suatu negara islam?. Rencana jitunya pun dimulai..
Penulis buku ini menerangkan proses hijrah membutuhkan tiga strategi utama. Pertama, proses pengamatan, kedua, merancang perjalanan, ketiga, berangkat hijrah. Proses pengamatan dilakukan dengan mengirimkan beberapa kaum muslimin ke Habasyah, setelah turun perintah untuk berhijrah pastinya, dan perginya Rasulullah ke Thaif. Mengapa Habasyah?? Mengapa Thaif?? Ada apa disana?
Kita semua tahu bahwa terdapat raja yang adil dan tidak mendzolimi siapapun yang ada dibawah kekuasaannya di negeri Habasyah, tempat itulah yang menjadi rujukan Rasululooh untuk hijrah pertama. Dengan analisanya, penulis mengatakan bahwa orang-orang muslim yang hijrah kesana dengan jumlah 82-83 orang adalah sebagai “aset cadangan” yang sewaktu-waktu digunakan jika keadaan mendesak. Lalu bagaimana opini yang mengatakan bahwa “kaum muslimin yang pergi ke Habasyah guna menghindari segala fitnah (intimidasi), mereka keluar karena Allah demi menyelamatkan agama mereka?”. Dengan mengutip perkataan Syyid Qutb, jika memang begitu mengapa yang keluar untuk berhijrah kesana bukan mereka yang tidak memiliki kekuatan? Namun yang pergi adalah orang-orang terpandang yang masih memiliki kabilah pendukung untuk melindunginya, seperti Utsman, Abu bakar, dan Ja’far. Atau apakah perginya mereka untuk memperluas dakwah islam?? opini ini dipatahkan dengan tidak adanya bukti kuat, bahwa mereka yang pergi telah diperintah oleh Rasululloh untuk berdakwah, ditambah negeri Habasyah adalah negeri dibawah kekuasaan Nasrani dan penduduknya sangat kuat memeluk agama itu, tentu berdakwah disana tidaklah mudah. Melihat hal itu, pasti perginya mereka ke Habasyah memiliki maksud tertentu dan itu adalah salah satu rencana besar Rasululloh.
Dalam pandangan penulis, setelah Rasululoh memerintahkan kaum muslimin hijrah ke Habasyah, beliau terus berpikir dimana tempat yang cocok untuk hijrah selanjutnya, tentunya ada syarat-syarat yang harus terpenuhi bagi tempat yang akan menjadi tujuannya, karena beliau tidak ingin hijrah tanpa ada pertimbangan yang matang dan mendalam. Syarat-syaratnya adalah, wilayah yang kosong dari kekuasaan, berdekatan dengan kota Mekah, wilayah yang dituju berdekatan dengan kawasan perniagaan karena menjadi tempat perlintasan budaya, memiliki wilayah geografis yang menguntungkan saat perang. Oleh karenanya Thaif adalah wilayah yang cukup tepat untuk dijadikan tempat hijrah. Tapi seperti yang sudah diketahui orang-orang Thaif malah menyakiti Rasululloh.
Rencana lain pun dilakukan, dengan cara mendakwahi orang-orang yang pergi ke Baitullah untuk berhaji, pendekatannya pun membuahi hasil, lima orang dari Yatsrib menjadi awal angin hijrah selanjutnya kesana. Seperti yang kita tahu setelah itu ada baiat diantara mereka, dan beberapa waktu mulai bertambah pengikutnya. Dilihat penting Rasulullah mengutus mush’ab bin umar menjadi duta pertama islam ke yatsrib untuk membimbing mereka. Mengapa Mush’ab?? Mengapa bukan Ali yang dikenal kecerdasannya?? Apakah tugas Mush’ab hanya sebatas itu?? Waaah penulis buku ini membuatku terus berpikir, apa-apa yang Rasulullah lakukan adalah bagian dari Rencana besarnya yang sangat diperhitungkan bukan tanpa alasan.
Rasulullah sungguh tidak berpangku tangan menunggu mukjizat dari Allah untuk membangun wilayah dibawah hukum-hukumNya. Perencanaan yang matang beliau ajarkan kepada kita terlebih dahulu sebelum bertawakal kepada Allah, setelah semua rencana diusahakan barulah kita menyerahkan urusan itu padaNya. Ini membuatku terus dan terus ingin mendalami karakter agungnya yang lain.

Wahai Rasulullah sungguh tak ada yang lebih berhak dikagumi selain engkau, rindu ini pun menyelimuti hati ingin jumpa. semoga rindu ini yang akan mengantarkan diri untuk mengikuti sunnah-sunnahmu dan akhirnya dengan RahmatNya pula bisa bertemumu di surga nanti. Aamiin