Ketika aku kecil senang bukan kepalang jika datang waktu ramadhan, bukan karena aku sudah mengerti dibulan itu pahala dilipat gandakan atau bulan itu penuh ampunan, sama sekali bukan.. aku seperti anak yang lainnya, jika ramadhan datang berarti akan ada baju baru untuk lebaran atau uang jajan tambahan, tapi itu semua ada perjuangannya.
Sejak umur lima tahun aku sudah dikenalkan berpuasa, orang tuaku selalu mengenalkan puasa kepada anak-anaknya sedini mungkin. Bertambah tahun berarti bertambah pula jam puasa kita. Perkenalan puasa di rumahku ada tahapannya. Ketika aku belum masuk sekolah dasar orang tuaku tidak begitu memaksaku untuk ikut makan sahur. jika aku dibangunkan dan hanya malas berjalan maka makan sahurku hanya perlu dengan bantuan suapan umiku sambil mata masih terkantuk-kantuk, jika aku susah dibangunkan atau memang sengaja tidak mau bangun, maka ketika aku bangun aku langsung disuruh makan dan waktu puasaku dihitung enam jam dari sejak itu. tak mudah bagi anak sekecil itu untuk menahan makan selama enam jam begitu banyak godaan dari luar rumah, ditambah memang dasarnya aku suka makan.
Ketika aku sudah masuk sekolah dasar aku dikenalkan waktu sahur dan berbuka yang sebenarnya, jika aku tidak ikut sahur maka itu konsekuensi yang harus aku pegang. Menahan lapar yang amat perih sampai waktu berbuka, tenang.. waktu berbukaku ketika itu ada dua waktu yaitu dzuhur dan magrib. jadi walaupun aku tidak ikut sahur bukan berarti aku harus menahan sampai magrib. orang tuaku memberi waktu setengah jam untuk makan siang. dan disaat itu aku akan makan dan minum sebanyak banyaknya mengumpulkan tenaga untuk siap bertarung menahan lapar lagi sampai waktu berbuka yang sebenarnya.
Ditahun berikutnya orang tuaku membuat peraturan sekaligus tantangan kepada anaknya yang sudah berumur tujuh tahun untuk mencoba berpuasa full sampai selesai, tentunya dengan iming iming dapat baju lebaran paling bagus atau THR paling banyak atau langsung bayar dimuka ketika buka puasa. hal seperti ini yang aku tunggu tunggu, jika aku berhasil menyelesaikan puasa penuh maka berbahagialah aku, mendapatkan uang jajan tambahan. tapi jangan diharap ditahun berikutnya ada sistem seperti itu bagiku. Aku sudah cukup besar dan mampu menahan puasa dari imsak sampai magrib. kalau orang tuaku masih menggunakan sistem itu mungkin akan kewalahan membayar aku setiap hari hehe.. mungkin cukup pujian hangat dari orang tuaku jika aku menyelesaikan puasa atau memenuhi permintaan menu makananku ketika berbuka.
Setiap orang tua mempunyai cara tersendiri mengenali dan melatih anaknya berpuasa, dan ketika si anak sudah baligh dia tidak akan merasa keberatan menghadapi bulan ramadhan. sangat di sayangkan kalau ada orang tua dengan modal tidak tega membiarkan anaknya yang sudah baligh masih dibiarkan tidak puasa ramdhan. seperi sholat lima waktu, puasa di bulan suci ramadhan juga wajib. oleh karena itu melatih anak berpuasa dengan bertahap sangat membantu tentunya bagi si anak.
Minggu, 29 Juni 2014
PUASA KECILKU part 1
Jumat, 27 Juni 2014
Bersamamu..
selamat datang bulan penuh berkah, segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita kembali. sebelas bulan yang penuh penantian. sebulan dimana kelipatan pahala dijanjikan.
Ramadhan... ajari aku arti kesabaran.. ajari aku arti keikhlasan..
tak ingin ku lewatkan bersamamu penuh kesia-sian.. ajari aku untuk kuat menahan nafsu yang membelenggu.. bisikan selalu padaku bahwa kau akan pergi.. agar aku tak melepaskanmu penuh penyesalan.. bisikan padaku belum tentu tahun esok aku kan bersua denganmu...agar setiap waktu bersamamu melahirkan nafas keberkahan... semoga bersamamu cinta padaNya semakin mengakar tak tergoyahkan. aamiin
Minggu, 22 Juni 2014
ronaldo wati ada di RQ
jumat siang 20/06/2014, 12 santri RQ (rumah quran) dan tamu jauh dari kalimantan mengadakan rihlah ukhuwah di Pantai festival Ancol. setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam menggunakan Bus Trans Jakarta ditambah menunggu dua akhwat yang tertinggal mereka membuka acara dengan penampilan setiap kamar. acara yang dipandu oleh saudari Sarah dan Arina menantang teman teman RQ untuk bermain bola, tentunya ada yang berbeda pada permainan ini, para pemain diharuskan berpasangan dan masing- masing pasangan disatukan dalam lingkaran sarung.
diawal permainan mereka sempat kesusahan mengatur gerak mereka, mereka tidak dapat bergerak bebas karena pasangan mereka juga mempengaruhi gerakan mereka. tapi ada salah satu pemain yang sangat antusias sampai dia tidak menyadari bahwa dia membawa pasangan, akibatnya pasangannya keteteran mengikuti geraknya. diluar dugaan para penghafal Al-quran ini ternyata memiliki darah ronaldo, jeritan mereka tidak hanya jeritan tapi memang menghasilkan. saudari fatimah dan pasangannya husna berhasil membobol gawang yang di jaga harjiati untuk pertama kalinya, tapi tim lawan tidak mau kalah berselang beberapa menit mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sampai turun minum. karena kelelahan dan rasa lapar mereka meminta kepada wasit untuk menyudahi permainan walau waktu belum berakhir. begitulah para ronaldo wati kegiatan menghafal bukan halangan untuk tidak mengubur kelihayan mereka dalam bermain bola.
Kamis, 20 Februari 2014
PEREMPUAN DALAM ISLAM
Menapaki sejarah perempuan dari zaman dahulu sampai sekarang adalah salah satu hal yang harus kita ketahui. Setiap cerita akan mewakili kita bagaimana perempuan zaman dulu atau sekarang diperlakukan. Bangsa yang mampu menghargai, menjaga, dan menghormati perempuan adalah bangsa yang siap maju dalam kestabilitasan system.
Beberapa bangsa besar ketika zaman dahulu ternyata mempunyai cacatan yang miris tentang bagaimana mereka memperlakukan seorang perempuan. Sebelum datangnya islam bisa disimpulkan perempuan yang dihargai dan dihormati adalah yang memiliki tahta dan harta dan selain mereka akan mendaptkan kesemena-menaan dari kaum adam. Bangsa Romawi dan Persia pun tak luput dari itu, perempuan-perempuan mereka dilihat hanya sebagai sebongkah daging yang tak ber ruh.
Bagi umat islam cerita bangsa arab jahili adalah sebuah bentuk tolak ukur bagaimana islam datang dengan kemuliannya, mengangkat harga diri seorang wanita. Ketika orang-orang jahili menganggap memilki anak perempuan adalah sebuah ‘aib dan dengan sadisnya mereka tega mengubur anak –anak perempuan mereka karena malu, dan ketika seorang perempuan dianggap seperti halnya warisan yang bisa diwariskan kepada ahli waris dengan mudahnya setelah ditinggal suaminya islam dengan tegasnya melarang itu semua. Islam memandang semua sama, tidak melihat kaya dan cantiknya seorang perempuan, seorang hamba sahaya pun pasti diberikan haknya oleh islam.
Begitu banyak di dalam hadis Rasululloh yang menerangkan bagaimana islam memuliakan seorang perempuan, mengangkat martabatnya didalam masyarakat, memberikan hak-hak yang adil sehingga perempuan dapat bersanding dan berkontribusi dengan kaum adam untuk kemashlahatan bersama. Tapi sepertinya mereka tak melihat hal itu, terbukti sekarang banyak perempuan muslim yang meneriaki bahwa islam telah melanggar HAM karena melarang atau membatasi perempuan dalam hal pergaulan atau yang lainnya, dan tidak sedikit perempuan yang terpengaruhi oleh pemikiran mereka.
Contoh jilbab yang disyariatkan islam, jika kita pikirkan dengan dalam, begitu Maha Mengetahuinya Allah terhadap hambanya. Sebelum penelitian mengatakan sebagian besar otak laki-laki selalu dirasuki hal-hal negative, islam telah datang berabad-abad yang lalu memberi solusi menjaga kehormatanya dengan menyuruh perempuan untuk menutup auratnya. Kita bisa lihat sekarang banyak perempuan yang memamerkan auratnya yang berakibat memancing mata para lelaki untuk melakukan yang tak sepantasnya dia lakukan terhadapnya, bukankah perempuan itu sendiri memilih untuk merendahkan dirinya dibanding menjaga harga dirinya?.
Kebebasan dan emansifasi yang mereka serukan untuk perempuan telah terlihat sekarang, para perempuan yang berpikir bahwa islam tidak adil terhadap mereka memaksakan diri untuk membuktikan bahwa mereka mampu menjadi terdepan dari kaum adam dalam segala bidang, tanpa memikirkan apa akibat yang akan terjadi. Pekerjaan yang kurang pantas untuk perempuan dilakukanya atas nama emansifasi, tapi kadang dia lupa dengan tugasnya sendiri.
Ketahuilah… Sang Pencipta pasti mengetahui kelemahan dan kelebihan makhluknya, aturan-aturan yang ada telah dibagi oleh Nya dengan sangat adil antara porsi kaum adam dan hawa untuk keberlangsungan sebuah kestabilitasan system.
Begitulah islam memposisikan perempuan, begitu hati-hati menjaga kehormatanya, tak pernah mendholimi, selalu mengetahui dimana dan bagaimana menjadikanya seorang yang berarti. Berbanggalah menjadi seorang perempuan musllimah dan berbanggalah yang dapat selalu menjaga kehormatnya.
By: lirindin
Kamis, 30 Januari 2014
TV… oh TV
27 Januari 2014
By: lirindin